Film animasi Indonesia Jumbo (2025) telah mencatat sejarah sebagai karya animasi Tanah Air terlaris sepanjang masa, menembus lebih dari 7 juta penonton dalam 27 hari dan melampaui rekor Frozen 2 di Indonesia. Di balik kesuksesan gemilang ini, ada sebuah nama yang mencuri perhatian: Prince Sean Calvin Poetiray, pengisi suara karakter utama, Don. Dengan usia yang baru menginjak 11 tahun, Prince menghidupkan Don, seorang anak yatim piatu pemberani yang membuktikan bahwa impian besar bisa lahir dari hati yang kecil. Melalui suara merdu dan akting vokal yang penuh penghayatan, Prince tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi jutaan anak Indonesia untuk bermimpi tanpa batas.
Don, karakter yang diperankan Prince, adalah anak berusia 10 tahun dengan tubuh besar yang kerap menjadi bahan ejekan teman-temannya. Namun, di balik penampilan fisiknya, Don menyimpan hati yang penuh semangat dan keberanian. Kehilangan kedua orang tua membuatnya menyimpan luka mendalam, tetapi juga memupuk tekad untuk membuktikan diri melalui ajang pertunjukan bakat lokal. Dengan buku dongeng peninggalan orang tuanya, Petualangan di Pulau Gelembung, Don merancang drama panggung yang menjadi simbol perjuangannya. Karakter ini bukan sekadar tokoh fiktif; Don adalah cerminan anak-anak yang berjuang melawan keraguan diri dan tekanan sosial, menjadikannya sosok yang relatable bagi penonton dari segala usia.
Siapa Prince Poetiray?
Prince Poetiray, anak tunggal dari pasangan Larry Poetiray dan Fitris Dayuni, tampaknya ditakdirkan untuk bersinar. Lahir pada 22 November 2013 di Bekasi, ia tumbuh dalam keluarga pecinta musik dengan darah Ambon dari ayahnya dan Karo dari ibunya. Sejak usia tiga tahun, Prince telah akrab dengan alat musik seperti drum, gitar, dan ukulele, dididik langsung oleh ayah dan pamannya yang juga musisi. Bakatnya tidak hanya terbatas pada musik; video cover lagu dan konten prank di Instagram (@prince_poetiray) menarik perhatian sutradara Ryan Adriandhy, yang kemudian memilihnya untuk mengisi suara Don. Proses casting yang dilakukan secara daring menjadi bukti bahwa talenta sejati bisa ditemukan di mana saja, bahkan melalui layar ponsel.
Dalam proses pengisian suara, Prince menunjukkan profesionalisme yang luar biasa untuk anak seusianya. Tanpa melihat gambar animasi, ia mengandalkan arahan Ryan Adriandhy untuk menghidupkan emosi Don—dari tawa ceria hingga tangis penuh kerinduan. Suaranya yang khas dan ekspresif mampu menyampaikan perjalanan emosional Don dengan begitu natural, membuat penonton terbawa dalam setiap adegan. Tidak hanya itu, Prince juga menyumbangkan suara emasnya untuk menyanyikan Selalu Ada di Nadimu (versi Don & Meri) bersama Quinn Salman, yang menjadi soundtrack menyentuh hati untuk film ini. Kombinasi akting vokal dan nyanyiannya menjadikan Don sebagai karakter yang tak hanya hidup di layar, tetapi juga di hati penonton.
Perjalanan ke Dunia Film
Bagi Prince, Jumbo merupakan debutnya di dunia perfilman. Ia terpilih sebagai pengisi suara Don, seorang anak berusia 10 tahun dengan tubuh besar yang kerap diremehkan orang-orang di sekitarnya. Karakter Don berjuang membuktikan bahwa ukuran tubuh bukan halangan untuk bermimpi dan mencintai diri sendiri.
Proses audisi Prince berlangsung lewat penampilan-penampilan spontan di media sosial. Suaranya yang jernih dan pembawaannya yang alami membuatnya cocok memerankan Don, baik dari sisi vokal maupun emosional. Bahkan, ia juga menyanyikan lagu tema film tersebut, memperlihatkan kemampuannya sebagai musisi muda yang serba bisa.
Karakter Don dan Kedekatannya dengan Prince
Kesamaan antara Prince dan Don menjadi salah satu kunci keberhasilan penampilannya. Dalam wawancara, Prince mengaku merasa terhubung dengan Don karena mereka sama-sama percaya diri dan pantang menyerah. Seperti Don yang berjuang melawan ejekan, Prince juga menghadapi tantangan sebagai talenta muda di industri hiburan. Namun, dengan dukungan keluarga, sekolah, dan komunitasnya di SDK PENABUR Harapan Indah, ia mampu menjalani proses produksi dengan penuh dedikasi. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kemampuannya sebagai pengisi suara, tetapi juga membuka matanya pada dunia animasi dan akting, yang kini menjadi bagian dari mimpinya untuk menjadi aktor film.
Kehadiran Prince sebagai Don dalam Jumbo memiliki dampak yang jauh melampaui layar bioskop. Film ini, yang akan tayang di 17 negara mulai Juni 2025, menjadi bukti bahwa karya animasi Indonesia mampu bersaing di kancah global. Lebih dari itu, penampilan Prince menginspirasi generasi muda untuk mengejar passion mereka, baik dalam seni, musik, maupun storytelling. Ia menjadi teladan bahwa usia bukan penghalang untuk meraih prestasi besar, dan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi “Don” dalam cerita hidup mereka sendiri—berani bermimpi, berjuang, dan membuktikan nilai diri.
Kesuksesan Jumbo
Dirilis pada 31 Maret 2025 bertepatan dengan Hari Raya Lebaran, Jumbo disambut antusias oleh masyarakat. Film ini berhasil menarik lebih dari dua juta penonton hanya dalam 11 hari penayangan. Selain Prince, film ini juga dibintangi oleh sederet artis terkenal seperti Bunga Citra Lestari, Ariel NOAH, dan Cinta Laura.
Kritikus menyebut Jumbo sebagai tonggak baru dalam sejarah animasi Indonesia—dari segi cerita, kualitas animasi, hingga musik. Salah satu elemen terkuat film ini adalah pengisi suara utamanya, yang dihidupkan secara gemilang oleh Prince.
Aktivitas dan Masa Depan
Usai kesuksesan Jumbo, Prince mulai tampil di berbagai acara nasional, termasuk konser “The Sound of Colors” bersama komposer kenamaan Andi Rianto. Ia juga semakin aktif di media sosial, memperluas jangkauan penggemar dari berbagai kalangan.
Prince mengidolakan aktor laga Joe Taslim dan menyatakan keinginannya untuk menjadi aktor serba bisa di masa depan. Dengan bakat dan kerja kerasnya sejak dini, harapan itu bukanlah hal yang mustahil.
Penutup
Don, melalui suara Prince Poetiray, adalah simbol harapan dan ketangguhan. Dalam setiap dialog dan nada yang ia bawakan, terselip pesan bahwa impian, sekecil apa pun, bisa mengubah dunia jika dikejar dengan hati. Jumbo mungkin adalah langkah awal bagi Prince, tetapi Don telah menancapkan jejak abadi di hati penonton. Di balik suara kecil itu, ada impian besar yang siap mengguncang dunia, dan Prince Poetiray adalah bukti hidup bahwa masa depan seni Indonesia berada di tangan yang penuh talenta.