Nanosains, cabang ilmu yang mempelajari material pada skala nanometer (satu miliar meter), telah merevolusi teknologi modern, dari pengobatan hingga energi terbarukan. Di tengah perkembangan ini, sosok Prof. Hendry Izaac Elim, S.Si, M.Si, Ph.D muncul sebagai pelopor dari Indonesia Timur. Berasal dari Ambon, Maluku, ia bukan hanya ilmuwan dengan publikasi internasional yang diakui dunia, tetapi juga pendidik dan inovator yang mendedikasikan hidupnya untuk memajukan sains dan masyarakat kepulauan. Dengan semangat “Physics is a Genius Science” dan motto “Excellent wisdom in our spirit & excellent knowledge in our soul”, Prof. Elim menggabungkan keilmuan, kreativitas, dan keimanan untuk menciptakan dampak nyata.
Lahir pada 22 Januari 1969 di Ambon, Maluku, Prof. Hendry Izaac Elim adalah bukti nyata bahwa semangat dan kerja keras dapat mengatasi segala keterbatasan. Berasal dari keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan awal di SD Xaverius B, SMP Negeri 6, dan SMA Negeri 1 Ambon. Dengan kecintaannya pada fisika, ia melangkah ke Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menempuh S1 Fisika Teoretis, lulus pada 1995. Tak berhenti di situ, ia meraih gelar S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam waktu singkat, 1 tahun 5 bulan, sebagai lulusan tercepat kedua di angkatannya. Puncak pendidikannya adalah gelar Ph.D di National University of Singapore (NUS) pada 2005, dengan fokus pada sifat optik ultrafast dan nonlinier nanomaterial.
Prof. Elim adalah profesor pertama di bidang nanosains dan nanoteknologi dari Indonesia Timur, menjabat di Universitas Pattimura (UNPATTI), Ambon. Ia mendirikan Nanomaterials for Photonics Nanotechnology Laboratory (N4PN Lab) pada 2014 dan Pusat Penelitian Nanoteknologi dan Rekayasa Inovasi (PPNRI) pada 2015. Pada 2024, ia meluncurkan ELIM Advanced Technology (EAT) Lab, memperkuat posisinya sebagai pelopor inovasi. Dengan lebih dari 93 publikasi internasional, h-index ~28, dan 4.667 kutipan (Google Scholar, 2025), ia telah mengharumkan nama Indonesia di kancah global.
Penelitiannya mencakup bidang optik nonlinier, nanomedicine, dan energi terbarukan. Salah satu pencapaian gemilangnya adalah penemuan Elim alliacea, buah zingiberaceae dari Pulau Seram, yang berpotensi sebagai obat herbal untuk penyakit kompleks. Ia juga mengembangkan Stamec-Gravitism, generator listrik berbasis gravitasi, menunjukkan pendekatan inovatif dalam fisika energi multitasking.
Di tengah tantangan geografis Maluku sebagai daerah kepulauan, Prof. Elim memanfaatkan nanosains untuk memberikan solusi nyata. Ia mengembangkan teknologi sederhana berbasis energi terbarukan, seperti pemanfaatan arus laut, angin, dan sel surya, untuk menyediakan listrik bagi pulau-pulau kecil. Teknologi ini dipresentasikan di UNPATTI pada Oktober 2024, menawarkan harapan baru bagi masyarakat terpencil yang sulit mengakses listrik. Selain itu, penelitian nanomedicine-nya, seperti studi tentang daun pangi (Pangium edule Reinw) sebagai kandidat obat HIV, memanfaatkan sumber daya alam Maluku untuk pengobatan modern. Dengan mendirikan taman nanomedicine di Integrated Laboratory (i-LAB) yang menanam 8 genus zingiberaceae, ia juga mempromosikan pelestarian biodiversitas lokal sambil mengeksplorasi potensi medisnya. Kontribusi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Maluku sebagai pusat inovasi sains.
Sebagai dosen di UNPATTI, Prof. Elim telah membimbing 80 mahasiswa penelitian dan meningkatkan akreditasi Jurusan Fisika menjadi B pada 2012. Ia mendirikan i-LAB pada 2019, lengkap dengan laboratorium elektronik dan ruang kreatif. Di luar kampus, ia aktif sebagai pembicara internasional, dosen tamu, dan mentor, termasuk dalam webinar untuk siswa SMA dan pelatihan menulis di Kompasiana, tempat ia telah menerbitkan 118 artikel, 79 di antaranya kategori pilihan.
Kontribusinya tak hanya akademis. Ia terlibat dalam Program Yayasan Kristen Dr. J.B Sitanala, menjadi juri dan mentor untuk Gereja Protestan Maluku (GPM), menunjukkan bahwa keilmuan dan keimanan dapat berjalan seiring.
Di balik kesuksesannya, Prof. Elim adalah sosok sederhana. Ia adalah suami dari Cynthia Priska Wijaya dan ayah dari Esther Mary Elim. Meski sering menghabiskan waktu berjam-jam di laboratorium, bahkan tidur di sana untuk riset, ia tetap rendah hati. Filosofinya, “Physics is a Genius Science”, yang dicetuskan sejak 1997, terus menginspirasinya untuk berinovasi.
Publikasi Ilmiah dan Penghargaan
- Performance energy production with advanced design and prototype floating ducted tidal turbine for small islands – 2025
- Similar Physical Phenomena with Different Characters: Short, Long and Nonlinear – 2024
- Capturing Unseen Wisdom: Light-Matter Response Interactions – 2024
- Ultrasensitive Technique for Deep Study in Nonlinear Optical Nanostructures: Z-scan Imaging Technique with Interference Pattern Indicator in Real Time – 2024
- Perpetual Voltage Control with Flexible Thin Battery from Green Garbage Materials – 2024
- Precise Meaning of a Word through Number Understanding: Introduction – 2023
- PI Index: Evaluation Research Index to Compute a Quality of a Researcher – 2023
- Observation of Self-Diffraction in Fullerene and Carbon Nanotubes: Different Structures, Different Nonlinear Optical – 2023
- A Novel Quality Evaluation Using a Smart Unique Language of Interaction Data Between Industry 5.0 and Society 5.0 – 2023
- Interaksi dan Implementasi Terintegrasi dari Pendidikan, Profesi Keguruan dan Keilmuan Sains dalam Pemahaman Belajar Siswa SMP: Apa Pengertian Listrik dan Magnet? – 2023
- Peringkat ke-16 ilmuwan terbaik Indonesia (Webometrics, 2025).
- Peringkat ke-2 nasional di bidang nanosains dan nanoteknologi.
- Peringkat ke-3 fisikawan terkemuka Indonesia (AD Scientific Index, 2021).
- Dinobatkan sebagai ilmuwan muda Indonesia oleh Rektor UNPATTI pada 2017.
Prof. Hendry Izaac Elim adalah teladan bahwa keterbatasan geografis bukanlah halangan untuk bermimpi besar. Dari Ambon, ia membuktikan bahwa fisika dan nanosains dapat menjadi jembatan untuk inovasi global, dari nanomedicine hingga energi terbarukan. Dengan pendekatan disruptif dan semangat kebijaksanaan, ia mengajarkan kita bahwa ilmu pengetahuan, kreativitas, dan keimanan dapat mengubah dunia.
“Jadilah ilmuwan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana dalam menjalani hidup.” – Prof. Hendry Izaac Elim
https://shorturl.fm/nGfRc