Talenta Maluku: Jembatan antara Sepak Bola Belanda dan Indonesia

Share:

Indonesia telah lama menjadi rumah bagi talenta sepak bola dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Salah satu kontribusi signifikan datang dari pemain naturalisasi keturunan Maluku. Para pemain ini telah memperkuat Tim Nasional Indonesia (PSSI) dalam beberapa kompetisi internasional.

Cukup banyak pertanyaan yang muncul tentang mengapa begitu banyak talenta sepakbola berdarah Maluku di Belanda. Dibawah ini ada beberapa point yang dapat memberi sedikit gambaran tentang hal itu.

Sejarah KNIL dan Migrasi ke Belanda

Pada masa kolonial, banyak orang Maluku direkrut ke dalam Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL). KNIL adalah angkatan bersenjata kerajaan Belanda di Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1949, sekitar 12.500 orang Maluku (termasuk keluarga mereka) dipindahkan ke Belanda oleh pemerintah kolonial. Hal ini dilakukan sebagian besar karena ketidakstabilan politik di Indonesia. Selain itu, ada janji kehidupan yang lebih baik di Belanda.

Adaptasi dan Integrasi di Belanda

Komunitas Maluku di Belanda menghadapi berbagai tantangan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, mereka berhasil mempertahankan budaya dan identitas mereka sambil memanfaatkan peluang pendidikan, pekerjaan, dan olahraga yang tersedia. Banyak generasi kedua dan ketiga dari diaspora Maluku ini tumbuh di Belanda. Mereka mengembangkan minat dalam sepak bola, yang merupakan olahraga populer di sana.

Sistem Pengembangan Sepak Bola di Belanda

Belanda dikenal memiliki salah satu sistem pembinaan sepak bola terbaik di dunia. Anak-anak dari komunitas Maluku sering kali bergabung dengan akademi sepak bola lokal. Kesempatan ini membuka peluang bagi mereka untuk berkembang menjadi pemain profesional. Lingkungan kompetitif ini turut membentuk talenta-talenta Maluku menjadi pemain yang tangguh dan terampil.

Identitas Ganda yang Kuat

Meski menetap di Belanda, banyak individu keturunan Maluku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tanah leluhur mereka. Mereka merasa dekat dengan Maluku dan Indonesia secara keseluruhan. Keinginan untuk berkontribusi pada tanah air leluhur ini mendorong beberapa pemain untuk dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia.

Budaya dan Warisan Olahraga

Komunitas Maluku dikenal memiliki semangat persatuan dan daya juang yang kuat, nilai-nilai yang sangat penting dalam sepak bola. Budaya ini diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga mendorong banyak talenta muda untuk berprestasi di dunia olahraga.

Faktor sejarah, budaya, dan sistem pembinaan sepak bola yang baik di Belanda saling terhubung. Ini membuat komunitas Maluku di Belanda menjadi salah satu sumber talenta potensial. Mereka tidak hanya berkontribusi di sepak bola tetapi juga di berbagai bidang lainnya.

Banyaknya talenta asal Maluku yang berada di Belanda memiliki kaitan historis yang erat dengan perjalanan sejarah kedua wilayah ini. Berikut adalah pemain-pemain bertalenta asal Maluku yang telah disumpah menjadi WNI dan bermain di tim nasiolal PSSI baik putra maupun putri:

1. Shayne Pattynama

  • Klub saat ini: KAS Eupen (Belgian First Division B)
  • Posisi: Bek
  • Tanggal lahir: 11 Agustus 1998 (26 tahun)
  • Pengambilan sumpah : 24 Januari 2023

Shayne Pattynama adalah bek kiri serba bisa yang juga memiliki darah Maluku, dari garis ayahnya Shayne Elian Jay Pattynama. Setelah dinaturalisasi, ia langsung menjadi andalan Timnas Indonesia di sektor kiri pertahanan. Shayne dikenal karena kecepatan, kemampuan duel udara, serta visi permainannya yang luar biasa. Selain itu, ia kerap membantu serangan dengan umpan-umpan silang yang akurat.

Shayne Pattynama mengawali karier sepak bolanya ketika bergabung ke sekolah sepak bola Lelysta67. Setelah itu, pemandu bakat klub sepak bola Ajax Amsterdam melihat potensi dari bakatnya. Shayne kemudian bergabung dengan tim muda Ajax selama 3 tahun. Namun, saat bersama tim muda Ajax Amsterdam, Shayne kurang berkembang. Dia melakukan debut nya di Eerste Divisie untuk Jong Utrecht pada 21 Agustus 2017.

Setelah dua musim, ia pindah ke rival liga Telstar, dan memulai debutnya pada 18 Oktober 2019. Selanjutnya dia menandatangani kontrak dengan klub Eliteserien Norwegia Viking pada 16 Maret 2021. Pada bulan Desember 2023, Viking FK mengumumkan bahwa Pattynama akan meninggalkan klub pada akhir musim 2023. Dia memilih untuk tidak memperbarui kontraknya. Kemudian pada 1 Februari 2024, Pattynama resmi menandatangani kontrak dua setengah tahun dengan klub Liga Pro Belgia KAS Eupen .

2. Ragnar Oratmangoen

  • Klub saat ini: FCV Dender EH (Belgia)
  • Posisi: Penyerang
  • Lahir: 21 Januari 1998 (26 tahun)
  • Pengambilan sumpah: 18 Januari 2024

Sebagai pemain tengah serang, Ragnar Oratmangoen membawa kreativitas dan energi baru ke lini tengah Timnas. Darah Maluku yang mengalir dalam dirinya berasal dari ayahnya, Philip Oratmangoen, marga dari Kepulauan Tanimbar. Kakeknya adalah mantan serdadu KNIL. Ragnar tampil memukau melalui kemampuannya menggiring bola, menciptakan peluang, dan mencetak gol penting. Dalam beberapa laga, kontribusinya terlihat nyata saat ia menjadi penggerak serangan yang sulit dihentikan oleh lawan. Kehadirannya di lini tengah juga memberikan kedalaman skuad Timnas yang sangat dibutuhkan dalam turnamen besar.

Karier sepak bola Oratmangoen dimulai di level junior. Ia bergabung bersama akademi sv TOP, FC Oss, dan NEC Nijmegen dari 2008 hingga 2017. Ia memulai debut profesionalnya dengan klub FC Oss pada 2018.

Setelah beberapa kali dipinjamkan, Oratmangoen membela SC Cambuur pada musim 2019/2020 dan Go Ahead Eagles pada 2021. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam kariernya. Go Ahead Eagles merupakan klub yang memiliki sejarah panjang di liga utama Belanda. Di klub ini, Ragnar berhasil menonjolkan kualitas permainannya, meskipun kerap tampil dari bangku cadangan. Perannya sebagai pemain sayap atau gelandang serang memberikan dimensi tambahan dalam serangan Go Ahead Eagles. Peran ini mampu menarik perhatian banyak pihak. Ragnar Oratmangoen menjalani masa pinjaman di Fortuna Sittard. Ia kemudian bergabung dengan FCV Dender EH pada 13 Agustus 2024 dengan status bebas transfer.

error: Content is protected !!