Talenta Maluku: Jembatan antara Sepak Bola Belanda dan Indonesia

3. Eliano Reijnders

  • Klub saat ini: PEC Zwolle (Belanda)
  • Posisi: Gelandang
  • Lahir: 23 Oktober 2000 (24 tahun)
  • Pengambilan sumpah: 30 September 2024

Eliano Reijnders adalah gelandang berbakat keturunan Maluku yang menunjukkan performa gemilang di Belanda. Eliano Reijnders memiliki darah Maluku dari ibunya, Angelina Lekatompessy. Kakeknya bernama Jantje Lekatompessy, marga dari negeri Latuhalat. Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Eliano bermain di level profesional di Eropa. Dia menunjukkan gaya bermain yang dinamis. Dia juga memiliki kemampuan mengendalikan tempo permainan. Sebagai gelandang serang, Eliano memiliki visi luar biasa dan kemampuan untuk menciptakan peluang emas bagi rekan-rekannya. Kehadirannya di skuad Timnas Indonesia diharapkan mampu membawa dimensi baru pada kreativitas lini tengah.

Eliano Reijnders memulai karier sepak bolanya sejak berusia 10 tahun dengan bergabung ke klub amatir di dekat rumahnya, WVF. Dia belajar ilmu sepak bola selama empat tahun di sana sebelum pindah ke akademi profesional, FC Twente Youth.Lalu, Eliano pindah ke klub amatir, CSV 28 pada 2015-2016.

Hanya semusim, Eliano lantas melanjutkan kariernya di mantan klub sang ayah, PEC Zwolle. Dia bergabung dengan skuad Zwolle U-17, U-19, dan U-21 dalam rentang waktu 2016 hingga 2020. Pada 2020, Eliano dipromosikan ke tim utama PEC Zwolle dan menjalani debutnya di Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda. Pada musim 2022/23, dia dipinjamkan ke Utrecht U-21 selama semusim. Di sanalah dia berteman dengan pemain naturalisasi Indonesia, Ivar Jenner.Pada akhir musim, Eliano kembali ke Zwolle dan masih bertahan sampai sekarang. 

4. Kevin Diks – Bakarbessy

  • Klub saat ini: FC Copenhagen (Superliga Denmark)
  • Posisi: Bek
  • Lahir: 6 Oktober 1996 (28 tahun)
  • Pengambilan sumpah: 8 Nopember 2024

Kevin Diks Bakarbessy adalah bek kanan yang memiliki pengalaman bermain di liga top Eropa. Jejak keturunan Indonesia yang dimiliki Diks sangat kental. Meskipun ibunya telah menjadi WN Belanda, ia tetap 100 persen berdarah Indonesia. Keluarga dari pihak ibunya, Natasya Bakarbessy memiliki latar belakang yang kaya. Kakeknya berasal dari Waai, Maluku Tengah, dan neneknya dari Morotai, Maluku Utara. Dengan teknik bertahan yang kokoh dan kemampuan menyerang dari sisi sayap, Kevin menjadi salah satu kunci pertahanan Timnas. Ia juga dikenal karena kepemimpinannya di lini belakang dan kemampuan membaca permainan yang baik. Kehadirannya memberikan stabilitas sekaligus kreativitas di sektor pertahanan, khususnya dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di tingkat Asia.

Kevin Diks memulai karier sepak bolanya pada usia muda. Dia bergabung ke tim muda Vitesse. Tim ini merupakan salah satu klub terbaik di Belanda. Dia bergabung dengan Vitesse pada tahun 2005, setelah sebelumnya bermain untuk klub lokal VIOS Vaassen dan AGOVV Apeldoorn. Diks mendapatkan kesempatan untuk tampil di skuad utama Vitesse pada musim panas 2014. Debutnya terjadi dalam pertandingan yang berujung pada kekalahan melawan PEC Zwolle. Sejak saat itu, dia menjadi bagian penting dari tim. Dia berada di tim hingga tahun 2018. Pada waktu itu, dia memperlihatkan performa yang solid. Dia juga mendapatkan pengalaman berharga di kompetisi Liga Belanda.

Setelah sukses di Vitesse, Kevin Diks melanjutkan kariernya di level yang lebih tinggi. Dia bergabung ke klub Serie A Italia, Fiorentina, pada tahun 2016. Pengalaman di Italia memperluas wawasan dan keterampilannya dalam permainan. Pada musim yang sama, ia dipinjamkan kembali ke Vitesse, dan kemudian bermain untuk beberapa klub seperti Feyenoord dan Empoli. Pada tahun 2021, Diks bergabung dengan klub Liga Super Denmark, FC Copenhagen. Di sana, ia terus mengembangkan bakatnya di atas lapangan. Di Copenhagen, Diks memainkan peran kunci sebagai bek dan mendapatkan pengalaman berharga dalam kompetisi Eropa yang lebih sengit.

5. Estella Loupatty

  • Klub saat ini: Jong Telstar Vrouwen (Belanda)
  • Posisi: Winger kanan dan kiri
  • Lahir: 14 November 2003 (21 tahun)
  • Pengambilan sumpah: 8 November 2024

Di kancah sepak bola putri, Estella Loupatty menjadi sorotan. Darah Maluku berasal dari ayahnya, Lucas Loupattij. Marga ini diambil dari neneknya, Jozephina Loupattij yang lahir di Larantuka, Flores Timur. Pemain kelahiran Belanda ini memutuskan untuk memperkuat Timnas Putri Indonesia setelah melalui proses naturalisasi. Sebagai gelandang serang, Estella memiliki visi permainan yang tajam dan kemampuan menciptakan peluang emas bagi timnya. Keberadaannya di skuad memberikan motivasi tambahan bagi pemain putri lainnya untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat internasional.

Estella mengawali langkahnya di dunia sepak bola tidak langsung dari usia dini. Ia mulai terlibat dalam olahraga ini pada usia 11 tahun. Ia beralih dari dunia tari ke sepak bola berkat pengaruh sang ayah yang mengenalkannya pada olahraga tersebut. Sejak saat itu, ia mulai berlatih secara rutin di lapangan dekat rumah. Ia mempelajari teknik-teknik dasar sepak bola. Hal ini menjadikannya cepat berkembang.

Setelah belajar di akademi Buitenvelden di Amsterdam selama tiga tahun, Estella bergabung dengan Jong Telstar Vrouwen. Di klub tersebut, ia berperan sebagai winger, mampu bermain di posisi kanan maupun kiri. Keterampilan dribblingnya yang cepat dan kemampuan lari yang baik menjadikannya salah satu pemain yang menarik perhatian. Seiring waktu, Estella semakin matang dalam permainannya. Kemajuan ini membawanya ke level yang lebih tinggi dengan bergabung ke tim senior AFC Vrouwen 1.

Share:
error: Content is protected !!