Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Negeri Tulehu, Maluku, tradisi sholat Tarawih dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dinantikan oleh masyarakat Tulehu setiap tahunnya. Tradisi ini tidak hanya menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pelaksanaan Sholat Tarawih di Masjid Jami Tulehu
Di Masjid Jami Tulehu, sholat Tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya. Sholat Tarawih di masjid ini terdiri dari 23 rakaat, yang terbagi menjadi 20 rakaat sholat Tarawih dan 3 rakaat sholat Witir. Pelaksanaan sholat Tarawih dilakukan dengan cara setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan dengan 2 rakaat berikutnya hingga mencapai 20 rakaat. Dengan demikian, sholat Tarawih di Masjid Jami Tulehu dilakukan dalam 10 kali salam. Setelah selesai sholat Tarawih, dilanjutkan dengan sholat Witir yang dilaksanakan sekaligus 3 rakaat dan diakhiri dengan satu kali salam.
Variasi Pelaksanaan Sholat Tarawih di Masjid Lain
Tidak hanya di Masjid Jami Tulehu, tradisi sholat Tarawih juga dilaksanakan di masjid-masjid lain yang tersebar di berbagai dusun di Tulehu. Namun, terdapat perbedaan dalam jumlah rakaat dan tatacara pelaksanaannya. Beberapa masjid di dusun-dusun melaksanakan sholat Tarawih dengan 20 rakaat dan 3 rakaat Witir, sama seperti di Masjid Jami Tulehu. Sementara itu, ada juga masjid yang melaksanakan sholat Tarawih dengan 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat sholat Tarawih dan 3 rakaat sholat Witir.
Pelaksanaan sholat Tarawih 8 rakaat dilakukan dengan cara setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan dengan 2 rakaat berikutnya hingga mencapai 8 rakaat. Setelah itu, dilanjutkan dengan sholat Witir 3 rakaat yang dilakukan sekaligus dan diakhiri dengan satu kali salam.
Tradisi Tadarus Al-Qur’an Setelah Sholat Tarawih
Setelah sholat Tarawih selesai, masyarakat Tulehu, baik generasi muda maupun orang tua, baik laki-laki maupun perempuan, berkumpul untuk membaca Al-Qur’an. Kegiatan tadarus ini dilakukan secara bersama-sama, dengan target membaca satu juz setiap malam hingga khatam 30 juz pada akhir bulan Ramadan. Tradisi ini tidak hanya memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan hafalan Al-Qur’an.
Makna dan Nilai Kebersamaan
Tradisi sholat Tarawih di Negeri Tulehu mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat kental. Masyarakat Tulehu menjadikan momen Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama. Sholat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an menjadi sarana untuk memperdalam keimanan dan ketaqwaan, sekaligus menjaga warisan budaya dan agama yang telah diwariskan oleh leluhur.
Dengan semangat Ramadan, masyarakat Tulehu terus menjaga dan melestarikan tradisi sholat Tarawih sebagai bagian dari identitas keislaman mereka. Semoga tradisi ini tetap terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kiriman: Zainuddin Ohorella – Sorong, Papua Barat Daya.