Di sudut paling barat dari Provinsi Maluku, tepatnya di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tersembunyi sebuah danau eksotis yang tak hanya kaya pesona alam, tetapi juga penuh dengan nilai sakral dan budaya lokal. Danau Tihu, demikian namanya, kini menjadi sorotan nasional setelah dinobatkan sebagai salah satu nominator dalam kategori Surga Tersembunyi pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025.
Keindahan dan Keunikan Alam
Danau Tihu membentang sepanjang 3,6 kilometer dengan lanskap yang memukau. Dikelilingi tebing-tebing terjal yang diselimuti rimbunnya vegetasi, danau ini menyuguhkan panorama alam yang masih sangat alami dan nyaris belum tersentuh modernisasi. Air danau yang berwarna kebiruan memiliki karakteristik unik karena mengalami pasang surut, fenomena langka yang biasanya hanya ditemukan di laut.
Di tengah danau berdiri sebuah pulau kecil bernama Pulau Elusa, yang oleh masyarakat setempat disebut juga sebagai Pulau Ibu. Pulau ini menjadi salah satu keajaiban Danau Tihu karena tidak pernah tenggelam, sekalipun air danau sedang pasang tinggi. Keunikan ini menambah daya tarik Danau Tihu sebagai destinasi wisata alam dan spiritual yang berbeda dari yang lain.

Cerita Mistis dan Sakralitas
Lebih dari sekadar keindahan fisik, Danau Tihu menyimpan cerita-cerita mistis yang hidup dalam tradisi lisan masyarakat Wetar. Salah satu legenda menyebutkan adanya dua ekor buaya gaib—satu berkepala tujuh dan satu lagi berkepala dua—yang dipercaya sebagai jelmaan dari saudara kembar Mamau dan Matereng. Keduanya dikisahkan menghilang di danau bersama sang ibu, yang dipercaya menjelma menjadi Pulau Elusa.
Karena kesakralannya, tidak semua orang bisa langsung mengunjungi Danau Tihu. Wisatawan yang ingin berkunjung harus mendapatkan izin dari ketua adat dan mengikuti aturan adat setempat. Hal ini mencerminkan pentingnya nilai-nilai budaya dan penghormatan terhadap alam dalam kehidupan masyarakat Wetar.
Potensi Ekowisata dan Konservasi
Danau Tihu tidak hanya penting dari sisi budaya, tetapi juga dari segi ekologi. Danau ini dikelilingi hutan monsun yang kaya akan flora khas seperti Kayu Putih, Linggua, dan Kesambi, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis burung endemik dan satwa liar lainnya. Oleh karena itu, Danau Tihu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, tokoh adat, dan komunitas lokal, pengembangan wisata Danau Tihu dapat menjadi model integrasi antara konservasi alam, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Menuju Panggung Nasional dan Internasional
Masuknya Danau Tihu dalam daftar nominasi API Awards 2025 menandai pengakuan terhadap kekayaan alam dan budaya Maluku Barat Daya yang selama ini tersembunyi. Melalui ajang bergengsi ini, Danau Tihu berpeluang untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional sebagai World Hidden Gem of Nature and Culture.
Periode voting untuk mendukung Danau Tihu dan nominasi lainnya berlangsung mulai 1 Juni hingga 30 September 2025. Informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini dapat diikuti melalui akun resmi @apiaward, @ayojalanjalanindonesia.
Mari bersatu mendukung Danau Tihu sebagai Surga Tersembunyi Indonesia 2025. Suara kita adalah penghargaan bagi tanah leluhur dan warisan budaya Maluku!