Tomi-Tomi Rutong: Warisan Rasa dari Ambon Menuju Panggung Nasional

Share:

Dalam gelaran Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards) 2025, salah satu kebanggaan kuliner dari Negeri Rutong, Ambon, tampil sebagai nominator kategori Minuman Tradisional Terpopuler—yaitu Tomi-Tomi Rutong. Minuman ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang jejak sejarah, identitas budaya, dan semangat pelestarian alam masyarakat Maluku.

Minuman dari Buah Langka Penuh Makna

Tomi-tomi adalah buah lokal yang berasal dari pohon Flacourtia inermis Roxb., yang tumbuh subur di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Rasanya asam-manis, segar, dan memiliki aroma khas yang unik. Dalam beberapa dekade terakhir, buah ini makin sulit ditemukan di tempat lain, namun tetap dipertahankan masyarakat Rutong melalui penanaman dan konservasi di pekarangan rumah dan kawasan hutan adat.

Buah tomi-tomi kemudian diolah menjadi beragam produk seperti jus segar, sirup, wine ringan, bahkan selai dan manisan. Salah satu varian yang paling banyak diminati adalah sirup tomi-tomi, dibuat dari sari buah tomi-tomi yang direbus dengan tambahan rempah-rempah seperti kayu manis, menghasilkan rasa khas yang menyegarkan dan alami.

Baca Juga: Maluku Gemilang di Malam Anugerah Pesona Indonesia 2025: Enam Prestasi, Satu Langkah Menuju Pariwisata Berkelanjutan

Perjalanan menuju API Awards 2025

Keberhasilan Tomi-Tomi Rutong sebagai nominator API Awards 2025 mencerminkan usaha komunitas lokal dan pemerintah untuk mempromosikan warisan kuliner Maluku. Sejak 2022, Negeri Rutong mulai mengembangkan ekowisata hutan sagu, yang turut melibatkan promosi produk lokal seperti Tomi-Tomi. Partisipasi dalam API Awards kali ini didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, yang mengajukan nominasi melalui proses seleksi ketat, meliputi pengumpulan foto berkualitas tinggi, video dokumentasi, dan deskripsi budaya yang mendalam.

Minuman ini sebelumnya telah menarik perhatian dalam ajang serupa, ketika Negeri Rutong masuk 10 besar API Award 2022, menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis budaya. Untuk API 2025, Tomi-Tomi Rutong bersaing dengan minuman tradisional lainnya dari seluruh Indonesia, dengan periode pemungutan suara publik yang berlangsung dari 1 Juni hingga 30 September 2025, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendukung nominasi ini.

Lebih dari sekadar minuman, Tomi-tomi menjadi identitas komunitas. Saat Festival Budaya Negeri Rutong digelar, sajian tomi-tomi selalu hadir di meja tamu dan warga. Bahkan dalam kegiatan pariwisata berbasis komunitas, wisatawan diajak melihat langsung proses pengolahan dan mencicipi keunikan rasanya.

Potensi Ekonomi dan Pariwisata

Meski memiliki potensi besar, Tomi-Tomi menghadapi tantangan utama berupa kelangkaan pohon buah ini akibat berkurangnya jumlah pohon di alam liar. Banyak warga setempat memilih menebang pohon tersebut karena dianggap kurang menguntungkan, memaksa pengrajin seperti Amanda Sofia Da Costa, yang mengolah Tomi-Tomi menjadi selai dan minuman di bawah brand Radelfei, untuk mencari bahan baku di hutan dengan bantuan informan lokal. Upaya pelestarian pohon Tomi-Tomi menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan produksi minuman ini.

Dengan meningkatnya tren wisata berbasis pengalaman dan kearifan lokal, produk-produk seperti Tomi-tomi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai oleh-oleh khas Ambon maupun produk unggulan ekspor. Upaya branding dan pengemasan modern terus dilakukan oleh pelaku UMKM Negeri Rutong, dibantu oleh Dinas Pariwisata Kota Ambon dan berbagai pihak yang peduli pada promosi produk lokal.

Melalui ajang API Awards, promosi Tomi-tomi tak lagi hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi juga menjangkau perhatian nasional. Ini membuka peluang kolaborasi, pemasaran daring, serta pelatihan usaha kecil menengah agar produk minuman tradisional ini makin bersinar.

Harapan untuk Masa Depan

Sebagai nominator API Awards 2025, Tomi-Tomi Rutong tidak hanya bertujuan memenangkan penghargaan, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk melestarikan warisan kuliner lokal. Malam puncak penghargaan yang akan digelar di Bengkayang Regency, Kalimantan Barat, pada November 2025, menjadi panggung untuk menampilkan keunikan minuman ini kepada dunia. Dukungan masyarakat melalui voting dan promosi lanjutan diharapkan dapat membawa Tomi-Tomi Rutong meraih gelar Minuman Tradisional Terbaik, sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai destinasi wisata budaya yang kaya.

Mari Dukung Tomi-Tomi Rutong!

Periode voting untuk API Awards 2025 akan berlangsung dari 1 Juni hingga 30 September 2025. Dukung Tomi-Tomi Rutong sebagai ikon minuman tradisional dari Ambon dengan cara mengikuti informasi terbaru di akun resmi:

📱 @apiaward
📱 @ayojalanjalanindonesia
📱 dan akun para API Ambassador

Tomi-tomi bukan sekadar minuman. Ia adalah rasa yang mengandung sejarah, kebanggaan yang bisa kita bawa ke panggung dunia. Mari kita dukung warisan lokal ini agar dikenal luas dan lestari hingga generasi mendatang!


Minuman Khas Negeri Rutong (Tomi-tomi) | RutongTV – Youtube
error: Content is protected !!