Pattie Bersaudara: Duo Kakak Beradik yang Mewarnai Musik Indonesia

Share:

Dalam sejarah musik Indonesia, terdapat banyak grup musik bersaudara yang berhasil menarik perhatian dan memikat hati para pecinta musik di seluruh Tanah Air. Salah satu grup yang paling dikenal dan diingat oleh banyak orang adalah Pattie Bersaudara, yang terdiri dari duo kakak beradik, Nina Pattie dan Silvy Pattie.

Mereka menjadi sangat populer pada era 1960-an hingga 1970-an, ketika musik Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat. Dengan suara harmonis yang menawan dan penampilan yang memikat, Pattie Bersaudara berhasil mencetak berbagai lagu hits yang masih dikenang hingga kini oleh generasi yang berbeda. Lagu-lagu mereka tidak hanya menjadi favorit di radio, tetapi juga sering diputar di acara-acara musik dan ditampilkan dalam pertunjukan live.

Awal Karier dan Perjalanan Musik

Pattie Bersaudara memulai karier musik mereka sekitar tahun 1961. Berasal dari Yogyakarta, Jawa, mereka memiliki akar keluarga yang berasal dari Ambon, yang kemudian juga memengaruhi gaya bermusik mereka. Saat rekaman pertama, mereka ditemukan oleh Zaenal Combo, sebuah band terkenal yang dipimpin oleh Zaenal Arifin. Band ini kemudian menjadi pengiring setia dalam perjalanan musik mereka.

Lagu debut mereka, “Buka Pintu”, langsung menarik perhatian publik dan menjadi hit besar. Dengan keberhasilan tersebut, Pattie Bersaudara semakin dikenal dan mendapatkan tempat di hati penggemar musik Indonesia.

Narasi Asli pada Back Cover PH. “DARMAWISATA”

Dua dara remadja kakak beradik dari keluarga Pattie — ternjata tidak mau ketinggalan oleh rekan-rekan sebidangnja untuk turut serta mendharma bhaktikan bakatnja sebagai seniwati dunia musik. Bakat jang diwarisinja dari daerah asal keturunannya ialah Maluku — daerah ditanah air kita jang merupakan salah satu tiang penegak kesenian dan kebudajaan nasional. Chususnja dibidang seni suara, derah ini banjak melahirkan seniman2 dan seniwati2 dengan tjorak dan pembawaannja jang chas, mentjerminkan kepribadian masjarakatnja.

Kegemaran sebagian besar dari penduduknja pada dendang dan njanjian-njanjian ditiap kesempatan dengan iringan alat2 musiknja dari jang asli hingga modern inilah telah memupuk subur bakat muda-mudinja untuk berketjimpung didunia seni suara. Maka oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau kedua dara remadja ini pada awal kariernja sudah dapat menempatkan dirinja setaraf dengan rekan2 seniman dan seniwati jang sudah lama mentjapai popularitasnja.

Selain dari bagi penonton televisi, kedua saudara ini sudah tidak asing lagi, djuga penerbitan piringan hitamnja jang terdahulu terbukti telah merebut hati peminat jang besar sekali. PATTIE BERSAUDARA kini muntjul lagi dihadapan anda dengan kemerduan suaranja, membawa anda kealam jang indah dan riang dengan lagu2-nja.

  • SOLERAM
  • AKU PERGI
  • OW – ULAT – E
  • RINDUKANMU
  • DARMAWISATA
  • GELISAH HATIKU
  • KASIH
  • DUSUNKU

Diiring “ZAENAL COMBO” dibawah pimpinan Zaenal Arifin – jang telah mengolah seluruh perpaduan ini mendjadi suatu hidangan jang segar dan menawan hati.

Gaya Musik dan Keunikan

Keunikan Pattie Bersaudara terletak pada harmonisasi vokal mereka yang indah dan gaya bermusik yang khas. Mereka sering membawakan lagu-lagu dengan nuansa pop ringan, tetapi tetap memiliki sentuhan khas musik daerah.

Yang menarik, mereka tidak hanya menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia, tetapi juga dalam dialek Ambon, Belanda, dan Inggris. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan keberagaman mereka dalam bermusik.

Album dan Lagu-Lagu Hits

Pattie Bersaudara sukses menelurkan berbagai lagu populer. Beberapa lagu yang terkenal antara lain:

  • Tjinta Pertama
  • Paradiso
  • Bila Teringat Padamu
  • Aku Puas
  • Tjinta Membawa Derita
  • Tampak Siring
  • Aku Tidak Tahu
  • Bala
  • Bloemen Voor Moeder
  • Mari Bernyanyi
  • Pergi ke Bulan

Lagu-lagu mereka memiliki lirik yang sederhana, melodi yang mudah diingat, serta aransemen musik yang ringan namun tetap menyentuh hati.

Keberhasilan dan Kolaborasi

Selain berkolaborasi dengan Zaenal Combo, Pattie bersaudara meraih popularitas tinggi bersama Orkes (Band) Pantja Nada, yang dipimpin oleh Enteng Tanamal yang sangat dikenal pada tahun 1960-an. Kolaborasi ini menghasilkan album hits seperti “Paradiso,” “Hohate,” dan “Menanti Surat Balasan.”

Kesuksesan mereka semakin meluas saat bekerjasama dengan musisi legendaris Indonesia, Bob Tutupoly. Bob mulai rekaman di Jakarta pada 1965 dan berkolaborasi dengan Pattie Bersaudara dalam beberapa proyek. Salah satu yang paling dikenang adalah album “Christmas Day is Coming,” dirilis pada 1967, yang menyajikan lagu-lagu Natal tradisional dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dan diterima baik oleh pendengar berkat dukungan stasiun radio amatir yang berkembang pesat saat itu.

Mereka juga sering tampil di acara musik di televisi dan panggung hiburan, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu duo musik terpopuler di era tersebut.

Perjalanan Hidup Setelah Masa Kejayaan

Seiring berjalannya waktu, popularitas Pattie Bersaudara mulai meredup, tetapi mereka tetap melanjutkan karier di dunia musik. Meskipun telah berkeluarga dan memiliki anak, Nina dan Silvy tetap menyanyi bersama karena kecintaan mereka terhadap musik.

Namun, kabar menyedihkan datang pada tahun 2006, di mana sebuah laporan surat kabar menyebutkan bahwa Nina Pattie telah meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya.

Warisan Musik Pattie Bersaudara

Meskipun kini mereka telah tiada, Pattie Bersaudara tetap dikenang sebagai salah satu duo musik terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Keunikan mereka dalam bermusik, lagu-lagu yang abadi, serta kontribusi mereka dalam dunia musik Indonesia menjadikan nama mereka tetap harum di ingatan para pecinta musik.

Bagi generasi baru yang ingin mengenal lebih jauh tentang Pattie Bersaudara, lagu-lagu mereka masih dapat dinikmati di berbagai platform musik digital, serta beberapa rekaman video yang tersedia di YouTube.


Pattie Bersaudara bukan hanya sekadar grup musik kakak beradik; mereka juga merupakan bagian penting dari sejarah musik Indonesia yang sangat patut untuk diapresiasi. Grup ini telah berhasil menciptakan harmonisasi vokal yang khas, yang menjadi ciri khas mereka dan memikat banyak pendengar. Lagu-lagu yang mereka bawakan penuh dengan kenangan indah dan emosional, yang tentunya akan terus hidup dalam hati para penikmat musik di Tanah Air. Melalui karya-karya mereka, Pattie Bersaudara telah meninggalkan jejak yang mendalam dan menjadi inspirasi bagi generasi musisi saat ini.

Patti Bersaudara + Band Pantja Nada [Full Album] 1966 – BURUNG HITAM (Youtube)
error: Content is protected !!