Grace Ellen Simon, lahir di Semarang pada 5 April 1953, adalah figura ikonik dalam dunia musik dan film Indonesia. Nama yang diberikan ayahnya, Rudolf Simon, keturunan Belanda-China, terinspirasi dari bintang Hollywood, Grace Kelly. Kecintaannya pada seni diwarisi dari keluarganya, terutama kakeknya, Yan Latuheru, seorang pemain bola, pencipta lagu, dan pemimpin koor di Solo dan Semarang. Grace dibesarkan dalam atmosfer seni oleh ibunya, seorang penyanyi, dan ayahnya, yang pekerja keras. nilai-nilai disiplin dan kemandirian yang ditanamkan orang tuanya membentuk karakter kuat, semangat berkarya, dan komitmennya yang tak tergoyahkan dalam kariernya.
Awal Karier yang Menjanjikan
Karier Grace Simon dimulai pada tahun 1970-an, saat ia tampil di program televisi Aneka Ria Safari di TVRI. Perjalanan musiknya dimulai pada usia sembilan tahun, ketika ia belajar bernyanyi di bawah bimbingan ibunya. Prestasi pertamanya diraih saat masih duduk di bangku SMA, di mana ia memenangkan lomba menyanyi se-Kabupaten di Cirebon.
Dukungan ibunya membawanya ke Jakarta, dengan dalih berlibur di rumah tantenya. Di Jakarta, Grace menemani tantenya yang seorang penyanyi di kelab malam Wisma Nusantara, dan sering melakukan penampilan menyanyi. Di sinilah ia bertemu dengan Abdul Hayat, manajer kelab Tropicana, yang membuka jalan bagi kariernya.
Menaiki Panggung Besar
Kelab Tropicana dikenal sebagai tempat berkumpulnya pejabat dan pencari bakat, yang akhirnya membawa Grace tampil dalam Aneka Ria Safari setelah diundang oleh Hamid Gruno dan Chris Pattikawa, produser TVRI. Di acara tersebut, Grace menerima bimbingan dari penyanyi senior, seperti Broery Pesolima dan anggota The Rollies.
Penampilannya di televisi menarik perhatian produser film, Malidar Hadiyuwono, yang mengundangnya bermain dalam film Mereka Kembali yang disutradarai Nawi Ismail. Bakat menyanyi dan aktingnya membuat Grace laris di industri perfilman, dengan beberapa judul terkenal seperti Cincin Berdarah (1973), Ratapan Anak Tiri (1973), dan Benyamin Koboi Ngungsi (1975).

Rekam Jejak di Dunia Musik
Rekaman pertamanya, bertajuk Favourite Songs, dirilis di bawah label Irama Tara yang diproduseri oleh Nomo Koeswoyo. Grace membawakan lagu Kegagalan Cinta ciptaan Rhoma Irama. Pada tahun 1975, Broery mendaftarkannya dalam Festival Lagu Pop se-DKI, di mana ia berhasil meraih juara pertama setelah membawakan lagu Bing yang diciptakan oleh Titiek Puspa.
Setelah memenangkan festival tersebut, Grace menjalin kerja sama dengan berbagai produser dan penata musik, seperti Bartje Van Houten dan Musica. Pada tahun 1976, ia mengikuti Festival Pop Song Nasional Ke-IV di Jakarta, bersaing dengan penyanyi-penyanyi ternama. Dengan penampilan yang memukau, Grace berhasil meraih Grand Prize Winner dengan skor tertinggi.

Renjana
Pada tahun 1976, lagu “Renjana” karya Guruh Soekarno Putera meraih juara pertama di Festival Lagu Populer Indonesia. Lagu yang bernuansa muram ini mewakili Indonesia di World Popular Song Festivals di Budokan Hall, Tokyo, Jepang. Grace Simon dipilih oleh Guruh untuk menyanyikan lagu tersebut, yang memiliki struktur melodi kompleks. Penampilan lagu ini memang tidak mudah, namun saya rasa pilihan Grace Simon sebagai penyanyi adalah tepat.
Artikulasi jelas Grace Simon berhasil menyampaikan esensi lagu sesuai kehendak komposer. Musik yang diaransemen oleh Idris Sardi juga sangat cocok dengan gaya bernyanyi Grace, yang merupakan pemenang Festival Pop Singer Tingkat Nasional 1976, serta karakter lagu itu sendiri. Di album ini, Grace menyanyikan “Renjana” dalam versi bahasa Inggris berjudul “Indigo” dan juga membawakan lagu “Damai” karya Guruh Soekarno Putera, yang menjadi salah satu finalis di Festival Lagu Populer Indonesia.
Karya yang Tak Terlupakan
Beberapa lagu yang menjadi hits dan selalu diminta oleh para penggemarnya adalah Bing dan Lihatlah Air Mataku, yang ditulis oleh Grace sendiri berdasarkan pengalaman pribadinya. Di tahun 1984, ia berkolaborasi dengan Ireng Maulana, menghasilkan album bernuansa Bossa Nova yang berjudul Jantan.
Salah satu lagu terakhir yang dikenang adalah Biarkanlah, lagu dari album Jantan yang ditulis oleh Anto. Perjalanan karier Grace Simon menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam industri musik Indonesia, mengukir namanya sebagai salah satu penyanyi dan aktris paling berpengaruh, yang mencuri hati banyak penggemar dengan bakat dan dedikasinya yang tak tergoyahkan.
Menghadapi Tantangan Musik Modern
Grace Simon, penyanyi ikonik yang telah mengukir namanya dalam dunia musik Indonesia, kini berusia 71 tahun. Meski telah melewati berbagai fase kehidupan, ia tetap terlihat bugar, cantik, dan awet muda. Pengalamannya di dunia tarik suara tidak perlu diragukan lagi. Namun, meskipun telah meraih kesuksesan, Grace tetap bersikap sederhana dan rendah hati.
Di tengah fenomena maraknya penyanyi milenial dengan berbagai genre seperti Hip Hop dan R&B, Grace Simon meyakini bahwa setiap jenis musik memiliki penggemarnya sendiri. Ia menyadari bahwa tidak semua orang menyukai genre musik tertentu, dan penggemar musik lawas masih banyak. Hal ini menunjukkan bahwa musik yang berkualitas tetap memiliki tempat di hati penikmatnya.
Hingga kini, Grace masih sering diundang untuk menyanyi di berbagai acara di seluruh Indonesia, menghibur jutaan orang dengan lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Tanah Air. Sambil terus menghibur, Grace juga tengah menyusun buku otobiografi yang berisi kisah perjuangannya di dunia tarik suara, menyoroti berbagai pengalaman dan nilai-nilai humanis yang didapatkan selama kariernya.
Fokus pada Pendidikan dan Sosial
Setelah lama tidak muncul di layar kaca, Grace memilih untuk menjalani hidup yang lebih tenang di Bogor, Jawa Barat. Meski dikelilingi tawaran untuk terjun ke dunia politik, ia tegas menolak dan lebih memilih untuk tetap berfokus pada dunia seni dan pendidikan. Hal ini ditegaskannya saat diundang dalam pelantikan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dan Wakil Wali Kota Usmar Hariman pada April 2023.
Grace menyatakan, “Sebagai seniman, kita harus punya prinsip. Seniman berkarya atas nama seni yang universal.” Ia percaya bahwa terjun ke politik akan mengubah fokus dan kreativitas seorang seniman, yang seharusnya bebas dari kepentingan politik.
Sebagai pendiri Yayasan Cahaya Anugrah yang didirikan sejak 1990, Grace berkomitmen untuk membantu anak-anak kurang mampu dan mereka yang putus sekolah di berbagai daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bogor. Yayasan ini, dengan dukungan dana dari sponsor, telah memberikan pendidikan bagi banyak anak yang membutuhkan. Grace meyakini bahwa doa juga sangat penting: “Setiap pemimpin yang terpilih adalah pilihan Tuhan.”
“Sebagai seniman, kita harus punya prinsip. Seniman berkarya atas nama seni yang universal.”
Ketenangan di Bogor
Meskipun kini lebih banyak menghabiskan waktu di Bogor, Grace tetap aktif di dunia musik, menerima undangan tampil di dalam dan luar negeri, termasuk di Belanda dan Singapura, di mana ia memiliki penggemar setia. Ia memilih tinggal di Bogor untuk mencari ketenangan menjelang usia senjanya setelah lama menetap di Bali, mengingat kemacetan Jakarta dan anak-anaknya yang telah menikah.
Dengan lebih dari 15 film yang telah dibintanginya, Grace Simon tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai sosok inspiratif dalam pendidikan dan dunia sosial. Ia sering berkolaborasi dengan almarhum Benyamin Sueb dalam film-film legendaris, seperti “Benyamin Koboi Ngungsi” dan “Cincin Berdarah.”
Menyebarkan Harapan melalui Seni dan Pendidikan
Dengan komitmen untuk membantu generasi muda dan dedikasi yang tulus, Grace Simon terus membuktikan bahwa seni dan sosial dapat berjalan beriringan, memberikan harapan dan peluang bagi mereka yang membutuhkan. Melalui perjalanan karier yang kaya dan aktivitas sosialnya, Grace menjadi contoh nyata seorang seniman yang tidak hanya berkarya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Perjalanan Spiritual
Grace Simon, seorang artis senior Indonesia, telah mengukir perjalanan hidup yang luar biasa, dari dunia keartisan menuju pelayanan Tuhan. Dalam sebuah podcast, ia berbagi pengalaman berharga yang menginspirasi banyak orang, terutama tentang bagaimana iman dan dedikasi dapat mengubah hidup seseorang.
Grace dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu yang sukses. Salah satu lagu terkenalnya, “Kalpataru,” menjadi pemenang dalam festival musik dan mengharumkan nama Indonesia. Lagu ini ditulis oleh Ibu Titik Puspa dan awalnya ditujukan untuk Emilia Contessa. Namun, setelah mendapatkan izin untuk menyanyikannya, lagu tersebut menjadi hits dan telah dicetak jutaan kaset. Grace mengungkapkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari rencana Tuhan dan bukan kebetulan.
Grace menceritakan banyak pengalaman spiritual yang mengubah hidupnya. Salah satunya adalah saat ia berdoa untuk anaknya yang sakit. Dari situ, ia menciptakan lagu rohani yang menjadi sangat populer. Ia percaya bahwa Tuhan selalu menyertainya, bahkan di masa-masa sulit seperti saat pandemi. Selama pandemi, ia tetap aktif dengan melakukan konser virtual untuk membantu sesama seniman.
Selama karirnya, Grace telah melayani di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua, Kalimantan, dan Sulawesi. Tantangan yang dihadapi saat melayani di daerah terpencil, termasuk perjalanan yang melelahkan dan situasi yang berbahaya justrumemberinya merasa diberkati dan dilindungi oleh Tuhan dalam setiap langkahnya
Mita, putrinya yang melayani di Kingdom City Bali menunjukkan betapa pentingnya peran pelayanan dalam kehidupan spiritual dan sosialnya. Hal ini membuatnya merasa bangga dan terhubung dengan Tuhan. Ia sangat menjaga kesehatan mamanya, termasuk pola makan yang sehat dan pemeriksaan rutin. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga tubuh sebagai rumah Tuhan. Keluarga Mita aktif dalam mendoakan satu sama lain, menjadikan doa sebagai ikatan kuat yang menguatkan mereka di saat-saat sulit. Ini menunjukkan pentingnya dukungan emosional dalam keluarga. Mita mengatakan, pelayanan yang dikerjakan harus selalu disertai dengan doa dan petunjuk Tuhan. Bukan semua yang tampak baik berasal dari Tuhan, jadi penting untuk berdoa sebelum mengambil keputusan.
Grace Simon mengatakan, peran keluarga dalam perjalanan karir sangat penting, terutama dukungan dari orang terdekat. Dukungan moral dapat menjadi sumber kekuatan saat menghadapi tantangan dalam pelayanan. Kebaikan yang ditabur dalam hidup akan menuai hasil positif di masa depan. Setiap musim kehidupan menghadirkan tantangan yang harus dihadapi dengan keyakinan dan semangat. Menghadapi masa sulit, lagu rohani dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan. Keyakinan bahwa mukjizat Tuhan selalu ada bagi yang percaya merupakan pendorong untuk tidak menyerah.
Pesan pentingnya kepada generasi muda untuk tidak lelah bekerja di ladang Tuhan. Ia mengingatkan bahwa pelayanan bukan hanya tentang pujian, tetapi juga tentang komitmen dan kesetiaan. Ia mendorong semua orang untuk terus berdoa dan percaya pada waktu Tuhan, karena setiap usaha yang dilakukan dengan tulus akan membuahkan hasil.
Grace Simon adalah contoh nyata dari seseorang yang menggabungkan karir seni dengan pelayanan spiritual. Dengan pengalaman hidup yang kaya dan dedikasi yang kuat, ia terus menginspirasi banyak orang untuk percaya pada Tuhan dan melayani dengan sepenuh hati. Pesan-pesannya tentang iman, kerja keras, dan pengabdian akan terus menjadi sumber motivasi bagi banyak orang di seluruh Indonesia.
Penutup
Grace Simon adalah simbol keberanian dan dedikasi, menegaskan bahwa perjalanan hidup tidak hanya tentang pencapaian individu tetapi juga tentang memberi kembali kepada masyarakat. Dalam setiap nada yang dinyanyikannya dan setiap langkah yang diambilnya dalam mengembangkan pendidikan untuk anak-anak kurang mampu, Grace menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat untuk menyebarkan harapan dan perubahan.
Seiring waktu berlalu, nama Grace Simon tidak hanya akan diingat sebagai penyanyi legendaris, tetapi juga sebagai pendorong perubahan sosial. Dengan menyatukan kekuatan seni dan keinginan tulus untuk membantu, ia membuktikan bahwa bahkan seni paling klasik sekalipun dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih baik. Harapannya adalah agar generasi mendatang dapat terus menginspirasi, belajar, dan bermimpi, mengikuti jejaknya dalam menciptakan dampak positif di dunia.