Provinsi Maluku kini memasuki era baru di bawah kepemimpinan Hendrik Izaac Lewerissa. Ia adalah seorang pemimpin visioner. Ia berhasil membawa pengalaman nasionalnya sebagai anggota DPR-RI periode 2019–2024. Pengalaman tersebut digunakan untuk membangun tanah kelahirannya. Hendrik memiliki latar belakang yang kaya akan pengalaman profesional dan politik. Dia siap membawa Maluku menuju kemajuan yang lebih inklusif. Kemajuan ini juga berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Hendrik Izaac Lewerissa, S.H., LL.M., lahir pada 2 Maret 1968 di Ambon, Maluku. Beliau merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara dalam keluarga dengan latar belakang profesi kedua orang tuanya sebagai guru.
Pendidikan:
- SD. Itawaka, Maluku Tengah (1974–1980).
- SMP. 7 Poka, Ambon. (1980–1983).
- SMA. Saparua, Maluku Tengah (1983–1986).
- Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Pattimura, Ambon (1986–1992).
- Magister Hukum (LL.M.) dari Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat (1993–1995).
Karier Profesional:
- Staf Administrasi di PT Tugu Pratama Indonesia (1995–2000).
- Associate Lawyer di Makarim & Taira Law Firm (2000–2001).
- Corporate Lawyer di Golden Spike Energy (2001–2002).
- Legal Advisor di PT Nusantara Energy (2002–2019).
Karier Politik:
- Wakil Sekretaris di Partai Demokrat (periode tidak disebutkan).
- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku (2010–sekarang).
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2019–2024, mewakili daerah pemilihan Maluku dan bertugas di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN.
Kepemimpinan di Maluku: Pada Pemilihan Gubernur Maluku 2024, Hendrik Lewerissa mencalonkan diri bersama pasangannya, Abdullah Vanath. Pasangan ini berhasil memperoleh 437.379 suara atau 47,40 persen dari total jumlah suara sah 939.790 suara, menjadikan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih untuk periode 2024–2029.
Kekayaan: Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Hendrik Lewerissa memiliki total kekayaan sebesar Rp 5.327.000.000.
Jejak Pengalaman di DPR-RI: Modal Berharga untuk Maluku
Selama menjabat sebagai anggota DPR-RI, Hendrik Lewerissa bertugas di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN. Pengalaman ini menjadi bekal kuat dalam memahami dan merancang kebijakan strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
1. Fokus Komisi VI pada Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi
Sebagai anggota Komisi VI DPR-RI, Hendrik memiliki pengalaman langsung dalam menangani isu-isu terkait perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN. Ini menjadi bekal penting dalam mengembangkan sektor ekonomi di Maluku.
- Pengembangan UKM dan Koperasi:
Dengan wawasan tentang kebijakan nasional terkait UKM dan koperasi, Hendrik dapat mendorong pendirian koperasi baru yang memberdayakan nelayan dan petani lokal di Maluku. Program pelatihan kewirausahaan serta akses permodalan melalui kolaborasi dengan bank pemerintah atau lembaga pembiayaan BUMN juga menjadi salah satu strategi yang dapat diimplementasikan. - Pengelolaan Perikanan Berbasis Industri:
Pengetahuan tentang industri perikanan nasional memberinya keunggulan dalam memperjuangkan pembentukan kawasan pengolahan hasil laut di Maluku, yang dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
2. Jaringan dengan BUMN untuk Pengembangan Infrastruktur
Melalui perannya di Komisi VI, Hendrik memiliki akses langsung ke berbagai BUMN strategis seperti PT Pelindo, PT Pertamina, dan PT PLN. Ini dapat dimanfaatkan untuk:
- Mendorong pembangunan pelabuhan-pelabuhan baru di pulau-pulau terpencil guna mendukung konektivitas antarpulau.
- Memastikan distribusi energi listrik yang merata, termasuk melalui program elektrifikasi desa di daerah terpencil.
- Memperluas akses BBM dengan harga terjangkau, terutama melalui program BBM satu harga.
3. Penguatan Investasi dan Kemitraan Strategis
Pengalaman Hendrik dalam mendorong investasi di DPR-RI menjadi modal untuk menarik investor ke Maluku.
- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK):
Hendrik dapat menginisiasi pembentukan KEK berbasis perikanan atau pariwisata untuk menarik investasi di Maluku, khususnya di kawasan strategis seperti Pulau Ambon dan Pulau Seram. - Kemitraan dengan Swasta dan Multinasional:
Jaringannya dengan pelaku usaha nasional dan internasional bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang investasi di sektor kelautan, energi terbarukan, dan pariwisata berbasis budaya.
4. Advokasi Dana Pembangunan ke Pemerintah Pusat
Sebagai mantan anggota DPR-RI, Hendrik memahami mekanisme penganggaran dan pengalokasian dana dari pemerintah pusat. Ini memberinya keunggulan untuk memperjuangkan peningkatan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi Maluku.
- DAK Infrastruktur:
Hendrik dapat mendorong tambahan DAK untuk pembangunan jalan, jembatan, dan sarana transportasi antarpulau. - DAK Pendidikan dan Kesehatan:
Alokasi dana untuk pembangunan sekolah terapung dan rumah sakit di pulau-pulau kecil dapat menjadi prioritas.
5. Pengetahuan tentang Kebijakan Nasional untuk Pariwisata dan Budaya
Hendrik memahami pentingnya pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
- Peningkatan Status Destinasi Pariwisata:
Hendrik dapat memanfaatkan posisinya untuk memperjuangkan penetapan beberapa wilayah Maluku sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). - Pengembangan Ekowisata dan Budaya:
Dengan mendukung program berbasis kearifan lokal, seperti festival budaya, ekowisata di pulau-pulau kecil, dan pelestarian situs sejarah, sektor pariwisata di Maluku dapat dikembangkan lebih pesat.
6. Kolaborasi dengan Komisi-Komisi DPR Lainnya
Koneksi Hendrik dengan anggota DPR lainnya memungkinkan sinergi lintas komisi untuk mendukung pembangunan di Maluku:
- Komisi V (Transportasi dan Infrastruktur): Memastikan proyek pembangunan transportasi antarpulau berjalan lancar.
- Komisi IX (Kesehatan dan Ketenagakerjaan): Mendukung penyediaan fasilitas kesehatan di wilayah terpencil dan mendorong program pelatihan tenaga kerja lokal.
7. Pemahaman Isu Strategis Nasional dan Global
Pengalaman Hendrik di DPR-RI memberinya wawasan tentang isu-isu strategis nasional dan global, termasuk:
- Keberlanjutan Lingkungan: Kebijakan berbasis keberlanjutan, terutama di sektor perikanan dan tambang, dapat diterapkan untuk menjaga ekosistem Maluku.
- Kedaulatan Pangan dan Energi: Hendrik dapat mendorong swasembada pangan di Maluku, termasuk melalui program pengembangan pertanian organik dan energi terbarukan.
Visi dan Misi: Membawa Maluku ke Arah Baru
Sebagai Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa membawa visi besar. Ia ingin mewujudkan “Maluku yang maju, mandiri, religius, dan berbudaya, berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat”. “Ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan”, katanya. Dalam mewujudkan visi tersebut, ia merancang sejumlah misi prioritas yang selaras dengan pengalaman dan jaringannya:
- Terwujudnya Maluku yang maju dalam berbagai bidang baik secara fisik maupun non fisik, melalui pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia unggul sebagai basis pembangunan berkelanjutan.
- Terwujudnya Maluku yang mandiri melalui sistem pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya alam demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Terwujudnya Maluku yang religius, saling menghormati dan menghargai kepelbagaian dalam suasana aman dan damai.
- Terwujudnya Maluku yang berbudaya, memiliki ethos kerja yang tinggi, dalam nuansa semangat orang basudara berdasarkan prinsip kebersamaan untuk menjawab tantangan lokal, nasional, dan global.
- Pemberdayaan masyarakat berdasarkan prinsip berkelanjutan yang didorong oleh semangat gotong royong, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, kreatif, inovatif, kolaboratif, partisipatif, berbudaya, dan berdaya saing tinggi untuk menopang pembangunan daerah secara terpadu.
- Pembinaan dan pengembangan sumber daya birokrasi berkualitas yang mampu melayani masyarakat berdasarkan nilai-nilai etika dan moral.
- Pembinaan dan pengembangan masyarakat adat dalam rangka melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi instrumen penopang pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Swasta
Pengalaman Hendrik di DPR-RI memberinya pemahaman yang mendalam tentang mekanisme kerja pemerintah pusat. Ini menjadi keunggulan tersendiri dalam memperjuangkan alokasi anggaran yang lebih besar untuk pembangunan di Maluku. Selain itu, ia memiliki kemampuan untuk menarik investasi swasta, baik nasional maupun internasional. Investasi ini dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Maluku.
Hendrik juga berencana memperkuat kerja sama dengan BUMN untuk memperluas akses energi. Ia ingin meningkatkan distribusi BBM dengan harga terjangkau. Hendrik juga bertekad mempercepat elektrifikasi desa-desa terpencil.
Dukungan dan Harapan Masyarakat Maluku
Sebagai putra asli Maluku yang besar dengan nilai-nilai kerja keras, integritas, dan kepedulian sosial, Hendrik Lewerissa memahami betul kebutuhan masyarakatnya. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
Masyarakat Maluku kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan Hendrik untuk membawa perubahan nyata. Hendrik diyakini mampu menjawab tantangan yang dihadapi Maluku. Ia memiliki pengalaman, visi yang jelas, dan semangat kolaborasi. Potensi Maluku dapat dioptimalkan untuk kemajuan bersama.
Penutup
Perjalanan Hendrik Lewerissa dari DPR-RI ke kursi Gubernur Maluku adalah bukti nyata dedikasi dan komitmennya untuk melayani rakyat. Dengan pengalaman nasional yang mumpuni dan kepedulian mendalam terhadap daerah, ia siap membawa Maluku menuju masa depan yang lebih cerah. Kini, saatnya masyarakat Maluku bersatu mendukung visi besar ini demi kemajuan yang berkelanjutan.
LAWAMENA par Maluku pung bae…!
Semoga dapat membawa Maluku maju ke depan. LAWAMENA !
Inilah harapan kita semua di Maluku. Terima kasih sudah datang berkunjung.