In Memoriam: Said Assagaff (1953-2025), Pejuang Ikhlas untuk Maluku

Share:

Minggu kelabu, 30 November 2025, pukul 17.50 WIB, bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Maluku, dikejutkan oleh kabar duka mendalam. Said Assagaff, sosok yang dikenal luas sebagai mantan Gubernur Maluku periode 2014-2019, telah berpulang ke rahmatullah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Beliau wafat pada usia 72 tahun, hanya sehari setelah merayakan hari kelahirannya yang ke-72 pada 29 November, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh elemen masyarakat yang pernah disentuhnya.

Dari Birokrat Menuju Pemimpin Daerah

Lahir di Ambon pada 29 November 1953, Said Assagaff mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan daerah kelahirannya. Perjalanannya sebagai abdi negara dimulai dari jalur birokrasi, di mana ia menunjukkan dedikasi dan integritas yang tinggi. Karirnya melesat hingga menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Maluku. Pengalamannya yang luas dalam tata kelola pemerintahan menjadi bekal berharga saat ia memasuki dunia politik.

Pada tahun 2008, Said Assagaff dipercaya mendampingi Karel Albert Ralahalu sebagai Wakil Gubernur Maluku, sebuah jabatan yang diembannya hingga tahun 2013. Kemitraan ini menjadi pondasi kuat bagi langkah selanjutnya. Puncak karir politiknya datang pada tahun 2014 ketika ia terpilih sebagai Gubernur Maluku ke-12, berpasangan dengan Zeth Sahuburua sebagai wakilnya. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai sosok yang fokus pada pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga stabilitas di tengah keberagaman Maluku.

Selain karir di pemerintahan, almarhum juga aktif dalam organisasi politik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku pada tahun 2016, menunjukkan kapasitas kepemimpinannya tidak hanya di ranah eksekutif tetapi juga di legislatif dan partai. Sosoknya yang akrab disapa “Pa Bib” oleh masyarakat Maluku mencerminkan kedekatan dan keramahtamahan yang selalu ia tunjukkan.

Dedikasi Tanpa Henti Hingga Akhir Hayat

Meskipun telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur, semangat pengabdian Said Assagaff tidak pernah padam. Beliau tetap menjadi tokoh panutan dan sumber inspirasi bagi banyak orang. Wafatnya Said Assagaff dikarenakan sakit yang telah lama dideritanya. Kondisinya memburuk hingga memerlukan perawatan intensif, namun takdir berkata lain.

Ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang melayat langsung ke rumah duka di Cipete, Jakarta Selatan. Airlangga mengenang almarhum sebagai “sahabat baik dan pejuang ikhlas untuk Maluku”. Tidak hanya itu, Plh Sekda Maluku Kasrul Selang, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, serta sejumlah tokoh politik dan masyarakat lainnya juga menyampaikan duka cita mendalam.

Jenazah Said Assagaff akan dimakamkan pada Senin, 1 Desember 2025, di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta, sesuai dengan permintaan keluarga. Keputusan ini menghormati keinginan almarhum dan keluarga, meski banyak pihak berharap beliau dapat dikebumikan di tanah kelahirannya, Ambon. Direncanakan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa akan hadir mewakili Pemerintah Provinsi Maluku di Jakarta, sebagai bentuk penghormatan jasa-jasa almarhum kepada daerah, dan masyarakat Maluku.

Kepergian Said Assagaff adalah kehilangan besar bagi Maluku dan Indonesia. Ia akan selalu dikenang sebagai seorang pemimpin yang berdedikasi, birokrat yang handal, dan politisi yang merakyat. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selamat jalan, Said Assagaff. Maluku akan selalu mengenangmu sebagai pejuang ikhlas.

Selamat jalan Pa Bib.

error: Content is protected !!