Masnait Group: Harmoni Maluku yang Menggema di Era Emas Musik Indonesia

Share:

Di tengah kejayaan musik Indonesia pada era 1970-an hingga 1980-an, sebuah kelompok vokal dari Maluku muncul membawa harmoni yang memikat dan gerakan tarian yang memukau. Mereka adalah Masnait Group, yang sering disebut sebagai “boyband pertama Indonesia”. Dengan lagu-lagu yang kental akan nuansa Maluku dan harmonisasi vokal yang khas, Masnait berhasil mencuri perhatian dan meninggalkan jejak dalam sejarah musik tanah air.

Kelahiran Harmoni dari Tanah Maluku

Masnait Group dibentuk pada tahun 1973 oleh Harry Souisa, seorang musisi berbakat asal Maluku. Nama “Masnait” sendiri memiliki makna mendalam—berasal dari bahasa Maluku yang berarti “pendayung sampan atau perahu”. Nama ini awalnya adalah judul lagu ciptaan Harry sebelum akhirnya dipilih sebagai identitas grup. Formasi awal Masnait terdiri dari lima personel: Harry Souisa, Jan Sabandar, Jopie Sahurila, Boy Aldy, dan Benny Lewerissa. Mereka membawa semangat budaya Maluku ke panggung musik Indonesia, yang pada masa itu sedang diramaikan oleh berbagai kelompok vokal seperti Andarinyo, Ina Tuni, dan Rurehe.

Harmoni Vokal dan Koreografi Energik

Masnait Group mulai dikenal luas pada era 1970-an dengan penampilan mereka yang unik. Mereka tidak hanya menyanyi, tetapi juga menghibur dengan gerakan tarian yang terkoordinasi, sebuah konsep yang pada masa itu masih jarang dilakukan oleh kelompok vokal di Indonesia. Lagu andalan mereka, “Bambu Gila”, menjadi salah satu penanda kehadiran mereka, menampilkan harmonisasi vokal yang apik dan energi panggung yang memukau.

Pada era 1980-an, Masnait sering tampil di acara-acara besar, seperti Festival Lagu Populer, dan menjadi backing vocal untuk penyanyi ternama. Mereka mendukung proyek musik seperti Dansa Reggae milik Nola Tilaar, Gara Gara Cinta oleh Wenny, dan Horas Kasih dari Euis Darliah, yang menjadi hits pada masanya. Meski begitu, album mereka sendiri, seperti Dia Terima Lamaranku (1984) yang menampilkan lagu ciptaan Titiek Puspa, tidak mencapai kesuksesan komersial besar. Album lain seperti Menyongsong Fajar juga dirilis, namun belum mampu membawa mereka ke puncak popularitas.

Jejak Pop Maluku dan Pujian Rohani

Masnait Group dikenal dengan lagu-lagu pop Maluku yang sarat akan identitas budaya, seperti “Gepe-Gepe”, “Oh Maluku”, dan “Nusaniwe – Ambon Manis E”. Lagu-lagu ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa nostalgia tentang keindahan Maluku, dari pesona alam hingga kehangatan masyarakatnya. Selain itu, Masnait juga merilis banyak karya rohani yang mencerminkan akar budaya mereka yang kental dengan nilai-nilai Kristen. Album seperti 21 Nonstop Pujian Rohani Masnait (2000) dan lagu-lagu seperti “Bunga Bakung Di Lembah” serta “Didalam Rumah Tuhan” (dari album Natal 2009) menjadi bukti dedikasi mereka dalam musik rohani.

Diskografi Masnait Group

Berikut adalah daftar album dan beberapa single terkenal dari Masnait Group yang telah dirilis sepanjang karier mereka:

  • Menyongsong Fajar (Tanggal rilis tidak diketahui secara pasti, diperkirakan era 1980-an)
  • Dia Terima Lamaranku (1984)
    • Salah satu lagu utama ciptaan Titiek Puspa.
  • 21 Nonstop Pujian Rohani Masnait (2000)
    • Berisi lagu-lagu rohani seperti “Bunga Bakung Di Lembah”.
  • Natal 2009 (2009)
    • Menampilkan lagu “Didalam Rumah Tuhan”.
  • Single Populer:
    • “Bambu Gila”
    • “Gepe-Gepe”
    • “Oh Maluku”
    • “Nusaniwe – Ambon Manis E”
    • “Rayuan Cinta”
    • “Serba Salah”

Catatan: Beberapa album Masnait sulit dilacak karena minimnya dokumentasi pada masa itu, dan beberapa lagu mereka lebih dikenal melalui penampilan live.

Tantangan dan Perubahan

Meski memiliki bakat vokal dan koreografi yang kuat, Masnait menghadapi tantangan dalam mencapai kesuksesan komersial. Album mereka sering kali tidak mendapat perhatian besar di pasar musik, dan popularitas mereka lebih terasa sebagai backing vocal ketimbang artis utama. Ironisnya, kontribusi mereka di belakang layar justru membantu banyak penyanyi lain meraih sukses.

Perjalanan Masnait juga tidak lepas dari perubahan formasi. Salah satu personel, Benny Lewerissa, memutuskan mundur untuk fokus pada kegiatan gereja, meninggalkan grup dengan empat anggota: Harry Souisa, Jan Sabandar, Jopie Sahurila, dan Boy Aldy. Meski demikian, semangat mereka untuk bermusik tidak pernah padam.

Penampilan di Panggung Internasional

Masnait Group juga sempat membawa nama Maluku ke panggung internasional. Pada tahun 2004, mereka tampil di Pasar Malam di Veemarkthallen Utrecht, Belanda, bersama penyanyi seperti Andre Hehanusa dan Jopie Latul. Penampilan mereka membawakan “Nusaniwe – Ambon Manis E” mendapat sambutan hangat dari penonton, menunjukkan bahwa musik Maluku memiliki daya tarik universal.

Warisan

Masnait Group masih aktif tampil pada acara-acara tertentu hingga beberapa tahun terakhir. Penampilan mereka yang terekam terakhir adalah pada syukuran 4 tahun PT. VDS di Anjungan NTT-TMII pada 2017, bersama GMI Band. Musik mereka tetap dapat dinikmati melalui platform seperti Apple Music, dengan album seperti 21 Nonstop Pujian Rohani Masnait dan single seperti “Rayuan Cinta” dan “Serba Salah”. Beberapa penampilan mereka juga tersedia di YouTube, menjadi kenangan manis bagi penggemar.

Masnait Group meninggalkan warisan sebagai pelopor kelompok vokal di Indonesia. Mereka sering disebut sebagai “boyband pertama Indonesia”, meski istilah tersebut belum populer pada masa mereka. Harmoni vokal khas Maluku dan semangat mereka dalam bermusik menjadi inspirasi bagi generasi musisi berikutnya. Mereka adalah bukti bahwa bakat dari daerah dapat bersinar di panggung nasional, bahkan internasional.

Harry Souisa tutup usia pada Maret 2017.

Harmoni yang Tak Pernah Pudar

Masnait Group adalah cerminan dari kekayaan budaya Maluku yang diekspresikan melalui musik. Meski tidak mencapai puncak popularitas seperti yang diharapkan, jejak mereka dalam sejarah musik Indonesia tetap abadi. Harmoni vokal mereka, gerakan tarian yang energik, dan lagu-lagu yang sarat makna budaya terus menggema, mengingatkan kita pada era emas musik Indonesia. Masnait bukan hanya sekadar kelompok vokal—mereka adalah pendayung yang membawa budaya Maluku melintasi waktu, sebagaimana arti nama mereka.


MINI DOCUMENTER 40 YEARS MASNAIT GORUP – [GLORY PRODUCTION – Youtube]

2 thoughts on “Masnait Group: Harmoni Maluku yang Menggema di Era Emas Musik Indonesia

Comments are closed.

error: Content is protected !!