PSSI dan FIFA Buka Jalan Emas untuk Sepak Bola Wanita di Ambon: Kampanye yang Menginspirasi Generasi Muda

Share:

Sabtu, 22 November 2025 menjadi hari bersejarah bagi sepak bola putri di Maluku — karena PSSI (bersama FIFA) resmi menyelenggarakan FIFA Women’s Football Campaign (WFC) untuk pertama kalinya di wilayah Indonesia bagian timur, tepatnya di Lapangan Lantamal, Ambon. Suara tawa dan sorak-sorai anak-anak putri pun bergema. Acara ini bukan sekadar latihan bola, tapi sebuah gerakan revolusioner untuk membangkitkan semangat sepak bola wanita dari akar rumput, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang selama ini dikenal sebagai “kampung sepak bola” tapi masih minim talenta putri.

Dengan tema “Grow the Game,” kampanye ini bertujuan menciptakan ruang aman bagi perempuan muda untuk bersenang-senang, terinspirasi, dan mengasah bakat mereka dalam olahraga yang selama ini didominasi pria. Lebih dari sekadar permainan, ini adalah langkah strategis PSSI untuk memperluas ekosistem sepak bola wanita, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga potensi nasional. Bayangkan, 100 anak putri berusia 7-12 tahun dari berbagai sekolah di Ambon, didampingi 12 pelatih wanita dan seorang safeguarding officer, berkumpul untuk belajar dribbling, passing, dan shooting dengan penuh antusiasme. Mereka mengikuti sesi coaching clinic, dibimbing oleh pelatih berkualitas.

PSSI Gelar FIFA Women’s Football Campaign di Ambon | pssi.org

Bintang Lapangan dan Inspirator

Acara ini semakin berwarna dengan kehadiran pemain Timnas Putri Indonesia, Debby Alvani dan Febri Arum, yang berbagi cerita perjuangan mereka dari pemula hingga jadi atlet nasional. Tak ketinggalan, tokoh-tokoh penting seperti anggota Komite Eksekutif PSSI Ahmad Riyadh, Kairul Anwar, Sekjen Yunus Nusi, Kepala Pemandu Bakat Simon Tahamata, dan Technical Advisor Timnas Putri Satoru Mochizuki dari Jepang, turut hadir memberikan dukungan. Ketua Asprov PSSI Maluku, Sofyan Lestaluhu, serta Exco PSSI Muhammad juga ikut memeriahkan.

Simon Tahamata dan Satoru Mochizuki memimpin sesi latihan dengan metode fun game yang edukatif dan menyenangkan. “Tugas pelatih adalah menciptakan situasi yang menyenangkan agar anak-anak menikmati sepak bola dan berkembang cepat,” ujar Mochizuki, yang pengalamannya di Jepang menjadi inspirasi bagi peserta. Setiap anak pulang dengan seragam lengkap, bola, dan medali sebagai kenang-kenangan, memicu semangat mereka untuk terus berlatih di rumah.

FIFA: Mendorong Partisipasi di Level Akar Rumput

Program ini bertujuan untuk membawa lebih banyak anak perempuan dan putri dewasa ke dalam dunia sepak bola. Program ini dirancang untuk mendukung asosiasi-asosiasi sepak bola dalam menyelenggarakan kegiatan sepak bola akar rumput dan permainan format kecil guna meningkatkan partisipasi, dengan menyediakan ruang bermain bebas di mana para pemain dapat merasa diterima, bersenang-senang, dan terinspirasi.

Program ini juga akan menyediakan platform untuk mempromosikan kompetisi yang sudah ada, program sepak bola putri dan anak perempuan, kemitraan komersial, serta pesan-pesan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan asosiasi anggota.

Suara dari Lapangan: Harapan untuk Masa Depan

Sofyan Lestaluhu menyambut hangat acara ini sebagai tonggak sejarah bagi Maluku. “Ini upaya melahirkan generasi pertama pesepakbola putri dari Maluku. Kami harap program ini menambah wawasan dan membuat talenta lokal mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya penuh semangat.

Sementara Exco PSSI Muhammad menekankan, “Kampanye ini mendorong anak putri Indonesia berani bermimpi, bermain, dan berprestasi melalui sepak bola, berkat kolaborasi PSSI-FIFA.” Ini sejalan dengan visi global FIFA untuk mengembangkan sepak bola wanita, seperti yang telah dilakukan di berbagai negara sepanjang 2025.

Langkah Awal Menuju Prestasi Nasional

Kolaborasi FIFA dan PSSI untuk FIFA Women’s Football Campaign di Ambon | pssi.org

Penyelenggaraan WFC di Ambon adalah bagian dari strategi jangka panjang PSSI dan FIFA untuk memperluas pengembangan sepak bola wanita — tidak hanya di pusat atau pulau besar, tetapi juga ke wilayah-wilayah luar Jawa dan Indonesia Timur.

Keputusan membawa program ini ke Maluku menegaskan bahwa potensi sepak bola wanita di seluruh penjuru Indonesia — termasuk wilayah Timur — dianggap penting dan layak untuk dikembangkan.

  • Semoga 100 anak putri yang mengikuti coaching clinic ini tetap semangat — dan terus didukung agar bisa tumbuh menjadi pemain berbakat.
  • WFC bisa menjadi awal dari lahirnya klub baru, komunitas, atau tim sepak bola wanita di Maluku seperti Tim Putri Kabarezsy.
  • Bagi masyarakat, ini bisa jadi momentum untuk membuka pikiran bahwa sepak bola bukan hanya untuk laki-laki — melainkan ruang bagi anak perempuan untuk bermimpi dan berprestasi.
  • Dan bagi PSSI & stakeholder terkait: keberlanjutan program seperti WFC sangat penting — agar “keajaiban Ambon” tidak berhenti pada satu hari, tapi menjadi gerakan luas sepak bola putri di seluruh Indonesia Timur.

Kampanye ini bukan akhir, tapi awal dari program berkelanjutan PSSI. Dengan fokus pada grassroots, diharapkan akan lahir lebih banyak talenta seperti Debby dan Febri dari pelosok negeri.

Di era di mana kesetaraan gender semakin digaungkan, inisiatif seperti ini membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya milik pria. Ambon telah menjadi saksi, dan siapa tahu, bintang Timnas Putri masa depan sedang berlatih di lapangan rumput hari ini.

FIFA Women’s Football Campaign Hadir di Ambon | PSSI TV
error: Content is protected !!