Dalam beberapa tahun terakhir, tingginya harga tiket pesawat dari dan ke Ambon telah mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi laut. Contohnya, harga tiket pesawat rute Ambon-Makassar dapat mencapai Rp1,5 juta, sementara tiket kapal laut PELNI untuk rute yang sama hanya sekitar Rp500 ribu. Perbedaan biaya yang signifikan ini menjadikan kapal laut pilihan utama, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun, peningkatan jumlah penumpang ini tidak tanpa masalah, terutama terkait kenyamanan dan keselamatan.
Masalah Utama: Penumpang Non-Seat
Salah satu masalah serius yang sering muncul adalah jumlah penumpang non-seat (tanpa tempat tidur) yang mencapai sepertiga hingga setengah dari total penumpang kapal. Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan karena banyak penumpang terpaksa tidur di lorong, dek terbuka, atau area umum lainnya. Selain itu, penumpukan penumpang di area tertentu juga meningkatkan risiko keselamatan, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran atau evakuasi.
Penyebab Masalah
- Keterbatasan Kapasitas Kapal: Kapal PELNI memiliki kapasitas tempat tidur dan kursi yang terbatas, sementara permintaan terus meningkat seiring mahalnya tiket pesawat.
- Kurangnya Pengaturan Penjualan Tiket: Penjualan tiket non-seat sering dilakukan tanpa mempertimbangkan kapasitas maksimal yang aman.
- Ketergantungan pada Moda Laut: Minimnya alternatif transportasi antar-pulau membuat kapal laut menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak orang.

Dampak Masalah
- Kenyamanan Penumpang: Penumpang non-seat sering merasa tidak nyaman karena tidak memiliki tempat istirahat yang layak selama perjalanan panjang.
- Keselamatan: Overcrowding dapat menghambat pergerakan dalam situasi darurat dan meningkatkan risiko kecelakaan.
- Kesehatan: Penumpang yang tidur di tempat terbuka rentan terhadap penyakit akibat paparan cuaca atau kurangnya kebersihan.
Solusi yang Dapat Diterapkan
- Pengetatan Regulasi Tiket
Pemerintah dan PELNI perlu memperketat regulasi penjualan tiket agar jumlah tiket yang dijual tidak melebihi kapasitas aman kapal. Penumpang non-seat harus diminimalkan dengan cara membatasi penjualan tiket tambahan. - Peningkatan Kapasitas Kapal
PELNI dapat mempertimbangkan pengadaan kapal baru dengan kapasitas lebih besar atau menambah jadwal pelayaran pada rute-rute yang padat seperti Ambon-Makassar. - Pengelolaan Ruang di Kapal
Kapal-kapal PELNI perlu didesain ulang untuk mengoptimalkan penggunaan ruang. Misalnya, menyediakan area istirahat fleksibel yang dapat digunakan oleh penumpang non-seat. - Subsidi Tiket Pesawat
Pemerintah daerah atau pusat dapat memberikan subsidi tiket pesawat untuk rute-rute tertentu guna mendorong masyarakat kembali menggunakan transportasi udara, sehingga mengurangi beban kapal laut. - Edukasi dan Pengawasan Keselamatan
Edukasi kepada penumpang tentang keselamatan di kapal perlu ditingkatkan. Selain itu, PELNI harus memastikan petugas selalu memantau kondisi kapal selama pelayaran untuk mencegah potensi risiko.
Penutup
Mahalnya tiket pesawat memang menjadi tantangan bagi masyarakat Maluku dan sekitarnya, namun kenyamanan dan keselamatan penumpang kapal laut juga tidak boleh diabaikan. Dengan langkah-langkah strategis, seperti peningkatan kapasitas kapal, pengetatan regulasi tiket, dan subsidi tiket pesawat, masalah ini dapat diatasi. Sinergi antara pemerintah, PELNI, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi semua.