Bukit Paralayang Airlouw, yang terletak di Desa Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku, telah menjadi salah satu nominator Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025 dalam kategori Wisata Olahraga & Petualangan. Destinasi ini menawarkan kombinasi keindahan alam yang menakjubkan dan aktivitas olahraga ekstrem yang memacu adrenalin, menjadikannya salah satu ikon pariwisata petualangan di Maluku.
Surga di Ketinggian Nusaniwe
Bukit Paralayang Airlouw, juga dikenal sebagai Bukit Paralayang Ruhatu, menawarkan pemandangan alam yang memukau. Dari puncak bukit, wisatawan dapat melihat panorama Teluk Ambon dan Pantai Seri yang tenang dengan air jernih. Gradasi hijau dari pepohonan yang tumbuh subur di sekitar bukit memberikan suasana sejuk dan damai, menjadikannya tempat ideal untuk bersantai, berkemah, atau sekadar berfoto. Rumput ilalang di sisi jalan utama menambah estetika alami lokasi ini, sering menjadi latar belakang favorit dalam foto-foto wisatawan.
Selain paralayang, bukit ini juga menjadi spot populer untuk menikmati matahari terbit dan terbenam. Pengunjung yang tidak ingin mencoba paralayang dapat bersantai di gazebo yang tersedia sambil menikmati pemandangan atau menyaksikan aktivitas paralayang dari kejauhan. Fasilitas dasar seperti kamar mandi dan tempat sampah juga tersedia, meskipun wisatawan yang ingin berkemah perlu membawa peralatan sendiri karena belum ada penyewaan tenda di lokasi.
Sejarah dan Perkembangan
Bukit Paralayang Airlouw pertama kali diperkenalkan sebagai spot paralayang oleh Kolonel (PnB) Petrus Aldrin Mongan, yang melihat potensi wisata olahraga di Perbukitan Seri. Pada tahun 2019, lokasi ini resmi dibuka untuk Event Nasional Sport Extrem Paralayang oleh TNI AU, menandai langkah awal pengembangan bukit ini sebagai destinasi wisata olahraga. Sejak saat itu, Bukit Paralayang Airlouw menjadi salah satu lokasi favorit untuk olahraga paralayang di Maluku, bahkan mulai menarik perhatian untuk kompetisi bertaraf internasional, seperti Pekan Dirgantara Paralayang Negeri Nusaniwe 2023 yang membatasi peserta hingga 100 pilot.
Pemerintah setempat, didukung oleh Anggota DPR Mercy Chriesty Barends pada 2022, berkomitmen untuk mengembangkan kawasan ini dengan meningkatkan infrastruktur, seperti penyediaan jaringan listrik melalui PT. PLN atau penerangan jalan tenaga surya dari Dusun Airlouw hingga bukit. Upaya ini juga diharapkan memperkuat jaringan telekomunikasi dengan pemasangan menara, mendukung promosi wisata, dan menjadikan Bukit Paralayang Airlou sebagai lokasi olahraga paralayang bertaraf internasional.
Lokasi dan Aksesibilitas
Bukit Paralayang Airlouw berada sekitar 10 km dari pusat Kota Ambon, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit hingga 1 jam menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Jarak dari Bandara Pattimura ke lokasi ini sekitar 45 menit, sementara dari pusat kota hanya 20 menit. Akses jalannya sudah cukup baik, dengan jalan utama dari Kecamatan Nusaniwe yang telah diaspal licin, memudahkan wisatawan untuk mencapai bukit ini. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 100 meter di atas permukaan laut, dengan titik lepas landas (takeoff zone) berada di Puncak Ruhatu pada ketinggian 293 meter di atas permukaan laut, dan zona pendaratan (landing zone) di Rumila pada ketinggian 60 meter di atas permukaan laut.

Nominasi API Awards 2025
Sebagai bagian dari upaya Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Bukit Paralayang Airlouw diajukan sebagai nominator API Awards 2025 dalam kategori Wisata Olahraga & Petualangan. Pengajuan ini didukung oleh dokumentasi foto, video, dan narasi yang menonjolkan keindahan alam serta potensi olahraga ekstrem di lokasi ini. Bukit ini bersaing dengan destinasi lain di Indonesia, dengan periode voting publik berlangsung dari 1 Juni hingga 30 September 2025. Malam puncak API Awards akan digelar pada November 2025 di Bengkayang Regency, Kalimantan Barat, di mana Bukit Paralayang Airlouw berpeluang memenangkan penghargaan dan meningkatkan visibilitas Maluku sebagai destinasi wisata petualangan.
Tantangan dan Peluang
Meskipun memiliki potensi besar, Bukit Paralayang Airlouw masih menghadapi tantangan, seperti fasilitas yang terbatas dan kebutuhan akan promosi yang lebih luas untuk menarik wisatawan internasional. Namun, nominasi API Awards memberikan peluang untuk mempercepat pengembangan infrastruktur dan meningkatkan kesadaran akan destinasi ini. Dengan dukungan masyarakat melalui voting dan kerja sama antar-pemangku kepentingan, Bukit Paralayang Airlouw dapat menjadi salah satu destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia.
Dukung dan Ikuti Perjalanan Bukit Airlou di API Awards 2025
Periode voting API Awards 2025 berlangsung dari 1 Juni hingga 30 September 2025. Masyarakat dapat memberikan dukungan melalui SMS, aplikasi API, dan mengikuti kabar terbaru melalui akun Instagram resmi:
📱@apiaward, @ayojalanjalanindonesia, serta akun para API Ambassador.
Mari bersama-sama mendukung Bukit Paralayang Airlouw—simbol kebangkitan pariwisata petualangan dari Timur Indonesia! 🌄🪂
Cool partnership https://shorturl.fm/a0B2m